Monday, September 21, 2015

No Need a Shoulder To Cry On


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”
 (QS. Al-Baqoroh : 286)








Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Beberapa  waktu yang lalu saya menghadapi beragam persoalan pribadi yang cukup rumit yang dimana tidak mungkin saya share disini dengan detail. Namun yang pasti saya menghadapi beberapa masalah yang cukup pelik untuk diselesaikan dan cukup menyita waktu, tenaga serta konsentrasi saya.

Saya mencoba untuk bercerita kepada orang-orang terdekat saya hanya sekedar untuk meminta pendapat, mencari kekuatan serta dukungan untuk segala keputusan, baik keputusan yang sudah saya ambil maupun keputusan yang akan saya ambil.

Jujur…. Saya adalah tipe pribadi yang cukup keras dalam  memperlakukan diri saya sendiri, saya selalu berkata bahwa saya pasti dapat menyelesaikan semua persoalan yang saya hadapi dan saya sadar mengapa saya berkata demikian karena saya sombong.

Sombong karena saya merasa kuat


Sombong karena saya merasa tahu banyak hal


Sombong karena saya adalah seorang praktisi HRD yang salah satu pekerjaanya memberikan konseling, mendengarkan curhatan karyawan, dan membantu mencari solusi untuk semua masalah mereka


Sombong karena saya adalah seorang Certified Hypnotherapist yang dapat membantu orang-orang meringankan beban serta masalah hidupnya dengan metode terapi menggunakan hypnosis

Yaaa itu adalah contoh beberapa kesombongan saya dan masih banyak kesombongan-kesombongan saya yang lainnya. Berbekal kesombongan-kesombongan itulah saya merasa bahwa saya pasti mampu menyelesaikan masalah-masalah saya sendiri, dan saya terus mendorong diri saya sekuat mungkin untuk menyelesaikan semuanya hingga batas akhir kemampuan saya, dan hasilnya adalah… 0 (Nol Besar), hasilnya NOTHING.
 
Dimasa-masa kritis saya kala itu tanpa sengaja saya melihat sebuah gambar yang diposting disalah satu akun Twitter yang saya follow dan sayangnya saya lupa nama akunnya karena saya terlalu fokus kepada isi dari gambar postingan akun tersebut yaitu sebagai berikut :







Membaca isi dari gambar tersebut di atas membuat jantung saya seolah-olah berhenti berdetak untuk beberapa saat, dan disaat yang bersamaan air mata saya  mulai mengalir perlahan sampai pada akhirnya saya tidak dapat membendungnya lagi, saya menangis tesedu-sedu dan merasakan sakit yang luar biasa, rasanya seperti ada yang menohok dada saya hingga terasa amat sesak dan rasanya hati ini begitu perih bagai diiris sembilu.

Saya terlalu sombong dan angkuh untuk memasrahkan semua persoalan hidup saya, saya terlalu sibuk mencari bantuan dari orang-orang disekitar saya untuk menjadi sandaran saat saya pilu.

Saya terlalu sombong untuk mengingat-Nya


Sesungguhnya saya tidak butuh bahu untuk bersandar dan menangis karena saya memiliki sajadah yang terbuka lebar untuk bersujud


Saya tidak perlu bercerita kisah pilu saya kepada orang-orang disekitar  karena saat saya tidak mampu berkata-kata cukuplah air mata ini sebagai pengganti bahasa


Sesungguhnya DIA Maha Mengetahui  akan segala hal permasalahan yang sedang saya hadapi

Kejadian ini adalah tamparan keras bagi saya dan kesombongan saya, yang bahawasannya diantara yang kuat ada yang Maha Kuat, diantara yang tahu ada yang Maha Tahu dan sesungguhnya diantara semua permasalahan yang ada kita sudah tahu kemana kita harus berlari dan mengadu.

Katakanlah : “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (QS. At-Taubah : 51).

Demikian sharing saya kali ini, mohon tidak dicontoh hal-hal buruknya dan semoga dapat membawa sedikit pencerahan bagi teman-teman yang mungkin sedang menghadapi beragam persoalan yang lebih berat daripada saya ingatlah La tahkaf wa la tahzan. Innaloha ma’ana ….. Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita.



10 comments:

  1. Saya jadi berkaca-kava bacanya mbak Ratih.. tulisan yg bagus, menyentuh... Allah sering dihadirkan saat kita sudah benar-benar buntu...padahal seharusnya di awal :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir untuk membaca Bun, iya ini salah satu momen kontemplasi yang saya alami beberapa waktu yang lalu...saya terlalu bergantung kepada diri sendiri dan manusia dan melupakan Allah dzat yang hakiki yang padahal selalu ada bersama kita dan siap kapanpun menampung "curhat" kita Bun :')

      Delete
  2. Mari bersahabat dengan-Nya

    Ikut muhasabah baca ini

    ReplyDelete
  3. saya pernah mencari-cari kesembuhan diri lewat berbagai cara, sampai menabung untuk bisa ikut hypnoterapy. Nyatanya, dengan qur'an dan menghadirkanNya dalam setiap detik kehidupan kita, semua itu bisa teratasi walau butuh proses dan waktu. nice sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Metode Hypnoterapy sebetulnya adalah Self Hypnosis Bun, akan berhasil jika kita memiliki keyakinan dan keinginan untuk proses penyembuhan itu sendiri dan sesungguhnya itu hanyalah salah satu bagian dari usaha kita, karena penyembuh dari segala sakit hanyalah Allah semata :)

      Terima kasih sudah mampir membaca Bun :)

      Delete
  4. Saya pernah ketemu quote: Ketika tidak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud... intinya mencari kekuatan hanya kepada yg Maha Kuat ya mbak

    ReplyDelete
  5. ngena banget tulisanx mba... langsung ke hati ^__^
    saya juga suka psikologi n fotografi, yg ke 2 masih mimpi... eh hehe
    kali lain mau ah discuss soal psikologi hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mariii diskusi tentang Psikologi hehe....saya juga ada rencana nanti kapan-kapan saya nulis tentang Psikologi juga

      Delete